Sabtu, 24 Oktober 2015

BLEACH 645

CREDIT PHOTOS : MANGAKU

“Da.. ru.. ma-.. san.. Ga.. Ko.. ron.. da!!” Shunsui yang sebelumnya tertembak tiba-tiba berada di belakang Lille Barro dan menebas ujung senapan Lille. "Oh, kau berhasil menghindar! Cepat sekali!! Tapi.... Aku sudah memotong senjatamu, selanjutnya… nyawamu..." ujar sang Kapten Komandan, Shunsui Kyouraku. Teks intro: “Kyouraku datang dengan berteleportasi dari jarak yang sangat jauh! Permainan hidup dan mati dengan taruhan nasib Soul Society dimulai!” “Apa yang terjadi.” Ucap Lille dalam hati. “Mampu mendekat dari jarak sejauh itu, dan aku tidak menyadarinya, bagaiamana dia bisa melakukan itu!?…” Lille bertanya-tanya pada dirinya sendiri. “Oh… jangan bilang kalau kau belum melakukan ini sebelumnya, permainan ‘Daruma-san Ga Koronda’…” tanya Kyouraku. “………” Lille terdiam sebentar. “Apa yang kau bicarakan…!?” “Ah, jadi belum pernah ya… Yah, bagaiamanapun Quincy pasti memiliki budaya yang berbeda dibanding dengan kami.” Ucap Shunsui. “Selain hal itu… aku berhasil sampai disini semuanya berkat Nanao-chan yang disana itu. Kau sekarang jadi lebih baik!!” puji Shunsui pada Nanao. Terlihat Nanao berada dibalik bangunan dibelakang Kyouraku memperhatikan Shunsui. “Tidak masalah… tapi itu tidak membuatku bersemangat sama sekali…” Ucap Nanao ketus. “Tapi itu sebuah pujian!” balas Shunsui. “Yang satu ini berbahaya, jadi tolong kembalilah bersama yang lain.” Perintah Shunsui. “Tidak mau!” ucap Nanao singkat menolak perintah Kaptennya. “Ooo… ke! Tapi tolong beritahu mereka agar meneruskan perjalanan tanpa diriku.” Ucap Shunsui. “Mengerti, saya akan memberitahu mereka.” Berbeda dari yang tadi, Nanao menyetujui perkataan Kaptennya. Nanao berbalik ke belakang namun wajahnya menoleh sang Kapten. “Kapten… jika kau mati sebelum bisa kembali pada kami… aku berjanji akan mencukur bulu dadamu sampai habis dari mayatmu.” ancam Nanao. “Tolong jangan… atau aku akan kehilangan identitasku.” ucap Shunsui dengan wajah kecut mendengar ancaman Nanao. …Whusshhh… Nanao segera melompat meninggalkan gedung tempat Lille dan Shunsui akan bertarung. “Yare-yare, dia sekarang mulai berbicara seperti Lisa-chan…” “Apa kau sudah selesai?” Lille memotong ucapan Shunsui. “Kasar sekali kau ini!!” ujar Shunsui. “Aku memiliki informasi yang kubutuhkan tentangmu dan teman- temanmu dari pertarungan sebelumnya. Termasuk Zanpakuto milikmu juga… Kemampuan membuat permainan anak-anak menjadi kenyataan, kan… Apa itu tadi salah satunya?” ucap Lille remeh. “Memang hebat kalian para Penjaga Elit bisa membongkar informasi hingga sampai di Istana Raja Roh ini.. dan nemang benar, meski begitu, aku kira si tuan Arrancar belum pernah bermain permainan seperti ini.” ucap Shunsui. “Untuk memainkan permainan ini, kau membutuhkan satu orang menjadi ‘Si Penjaga’ dan menutup mata mereka ketika hitung mundur dilakukan. Pemain pertama yang terlihat bergerak saat hitung mundur berakhir, dia akan kalah. Ada tiga bagian dari hal ini…” - Pertama: ‘Si Penjaga’ harus berada di tempat dimana semua pemain bisa melihatnya. - Kedua: Jika ‘Si Penjaga’ melihat siapa saja bergerak saat dia membalikkan badan, pemain itu dianggap kalah. - Ketiga: Jika pemain lain menyentuh ‘Si Penjaga’ sebelum dia melihat siapapun, maka pemain itu yang menang. Shunsui menjelaskan aturan main Daruma-san ga koronda. “Aku mengerti, jadi itu seperti – Iscondite Ingles-…” ucap Lille singkat. “Apa..!? Jadi kau memiliki permaian yang serupa!? Waduh… buang-buang waktu saja…” ucap Shunsui menyesal. “Jadi intinya, saat kau memulai permainan itu… Apapun yang dilakukan ‘Si Penjaga’ akan terlihat, kan…!?” “Selain itu, pastikan kau menepuk ‘Si Penjaga’ sebelum dia melihatmu. Kau telah berteleportasi menuju tempat ini menggunakan sisa Reiatsu dari seranganku sebelumnya. Di saat itu, kau menunjukkan padaku ilusi bahwa kau telah berhenti. “ ucap Lille Barro. “Bukankah begitu?” “Kau sebaiknya mungkin memasang permainan yang lebih cocok untukmu, tapi… jika apa yang kau katakan tadi intinya adalah melihatmu bergerak berarti kau kalah… maka itu benar.” tebak Lille. “Jika aku bisa melihat ilusimu dan menemukanmu, kau akan mati!” ucap Lille serius. Shunsui hanya tersenyum lebar dibalik topi jeraminya mendengar jawaban Lille Barro. “Itu benar, aku senang kau mengerti dengan cepat…” ucap Shunsui. “Senang? Apa kau tidak salah telah menjelaskan aturan dari permainanmu? Kau tidak akan bisa meggunakannya lagi padaku.” tanya Lille. “Itu tidak benar… lebih tepatnya karena kita berdua sama-sama tahu aturan mainnya maka itu baru bisa disebut permainan, kan?” balas Shunsui. “Ah, dan ada satu hal yang salah… Apa yang di pikiranmu kau lihat tadi… itu bukan ilusi. Kau memang benar-benar melihatku.” Shunsui memberi penjelasan lagi. “Apa..!?” tanya Lille. “Perasaan yang kau dapatkan saat merasakan Reiatsu orang lain, itu disebut –Reikaku, kadang juga dibilang –Deteksi Reiatsu, tapi… setiap orang yang menggunakan Reiatsu di dalam pertarungan, memiliki kemampuan bawah-sadar ini untuk menggunakan penglihatan mereka dan –Reikaku sekaligus untuk mendeteksi orang lain. Dan jika orang itu lebih terfokus pada pertarungan, maka –Reikaku-nya akan lebih kuat dari penglihatannya“Artinya, kau secara tidak sadar melihat dengan perasaanmu daripada matamu.” “Itu menjelaskan kenapa kau melihat Reiatsuku sebagai aku, yang aku tinggalkan disana…” jelas panjang lebar Shunsui. “Itu mustahil, tidak mungkin aku akan berbuat kesalahan seperti it…” “Itu kesalahanmu!” Shunsui memotong ucapan Lille. “Kau pikir aku ini siapa?” ucap Kyoraku mulai serius. “Aku adalah Kapten-Komandan Gotei 13, Shunsui Kyouraku!” ucap Shunsui memperkenalkan dirinya dengan sedikit ancaman. Lille sedikit kaget namun ia tetap tenang. …Wusshhh… Shunsui ber-Shunpo ke arah samping Lille Barro. …Cklakk… Lille malah mematahkan sisa laras hitam yang sebelumnya ditebas Shunsui. Ia kemudian membidik senapannya. “Da-ru-ma-san ga…!” Shunsui memulai permainanya. Belum selesai ia mengucapkan kata-katanya, Lille dengan tepat mengarahkan senapannya di dada Kyouraku. “Disini, kan!? Sudah ku bilang itu tidak akan mempan lagi padaku.” ucap Lille. Senapan Lille bersinar dan – DARRRR… ia menembak Kyouraku, namun sebuah pedang dari dalam bayangan muncul di bawah kaki Lille, dengan reflek segera ia melompat ke atas. -DARRR… ia menembak lagi Kyouraku tapi ia berhasil menghindar “Bagus sekali!! Baru pertama kali ada yang bisa menghindari – Kageoni milkku saat pertama kali melihatnya!” ucap Shunsui dengan nada senang. “Sudah ku katakan sebelumnya, aku memiliki informasi tentangmu dan teman-temanmu dari pertarungan sebelumnya… tetapi... kalian tidak tahu apa-apa tentang kami.” Lille menghentikan gerakannya. -Tapp… kaki Shunsui juga berhenti dan turun ke bawah. Kaki Shunsui berdarah, ternyata tembakan terakhir Lille berhasil mengenai kaki Kyouraku dan membuatnya berlubang dengan diameter kurang lebih 5 cm. “Ohh… aku kira telah menghindarinya dengan baik. Bukankah itu tidak adil jika kau tidak memberitahukan – kemampuanmu juga!?” ucap Shunsui. “Aku tidak mencari pertarungan yang adil, bukan… aku tidak berpikir kalau memberitahumu akan membuat pertarungan ini menjadi lebih adil, tapi jika kau bersikeras…” “Sternritter X - The X-Axis, Lille Barro, dan kemampuanku adalah kekuatan untuk menembus segalanya.” ucap Lille menjelaskan kemudian bersiap membidik lagi. “Kau bilang mau menghindarinya, itu mustahil bagimu…” …DARRRR… tembakan Lille mengenai Kyouraku hingga topinya terlempar. Namun tiba-tiba ada suara dibelakang Lille. “Apa kau sedang mengincar bayanganku lagi?” ucap Kyouraku yang tiba-tiba berdiri dibelakang Lille yang sangat terkejut. “Kau membuat wajahmu lagi-lagi seolah berkata ‘darimana dia datang?’. Tenang saja, seperti yang kau katakan, aku sebenarnya tidak menghindarinya.” ucap Kyouraku. “Kau hanya menembak ilusiku, itu saja. Aku menyebut ini – Kageokuri. Kemampuan untuk membuat bayangan sangat nyata saat seseorang semakin melihatnya. Saat –Reikaku seseorang semakin melihatnya, maka semakin nyata bayangan itu.” jelas Kyouraku. “Yang menakutkan dari permainan anak-anak adalah kau tidak benar- benar tahu dimana permainan itu dimulai atau seperti apa jadinya… Kau mungkin sudah mempersiapkannya, tapi yang dibutuhkan hanya satu gerakan darimu untuk mengakhirinya. Kau telah masuk –permaian ini entah senang atau tidak. Kau tidak akan bisa kembali lagi. Jadi mari kita bermain sampai salah satu diantara kita ada yang kalah!?” ucap Shunsui berakhir. Sementara itu Lille hanya menatapnya tajam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar