Sabtu, 24 Oktober 2015

FIARY TAIL 454

CREDIT PHOTOS : SAMEHADAKU

Kemunculan yang tak terduga, dalam sekejap musuh telah menggempur dari udara. "Bunyikan loncengnya!!" perintah Mavis, "Musuh telah tiba!! Sekitar 50 kapal perang muncul dari langit di sebelah Barat!!" Lonceng pun dibunyikan sebagai tanda perang telah dimulai. "Musuh!?" Natsu kaget. "Dari atas langit!?" "Padahal kita belum bersiap- siap..!!" ucap Lucy. "Tembak!!!!" Ajeel memberi perintah, lalu secara serentak kapal-kapal perang itu memborbardir Fairy Tail dengan ratusan tembakan sihir. Namun... "Apa!?" Ajeel kaget, sebuah kubah sihir melindungi Kota Magnolia. Ternyata itu Freed, yang membuat pelindung raksasa dengan teknik sihirnya, "Jutsu Shiki!!!" "Oh.. Barrier anti sihir rupanya..." ucap Ajeel. Serangan pertama mereka tak mampu menembus pertahanan Fairy Tail, namun itu barulah awal. "Master pertama, Freed mungkin hebat, namun ia tak akan bisa menahan mereka semua terus menerus!!" ucap Makarov. Dari tempatnya melakukan jurus itu, Freed sudah tampak kelelahan. "Uukhh..." "Kau bisa melakukannya, Freed!!" teriak Evergreen. "Ambil juga kekuatan sihirku!!" ucap Bickslow. "Siapa sangka mereka akan datang dari Barat!?" ucap Makao. "Apa yang akan kita lakukan sekarang!?" "Tidak, ini persis seperti dugaanku..." ucap Mavis. "Sebenarnya aku malah kaget dan bersyukur musuh mengirim pasukan yang jumlahnya lebih sedikit dari dugaanku sebagai serangan pembuka.." "Eeh!?" "Warren, beritahu semuanya kalau kita akan menjalankan rencana D!! Tim Naga Terbang dan Osprey, memulai serangan!!" "Baik!!" Tim Ospreys, yang terdiri dari Bisca dan keluarganya mengawasi dari Hutan Timur. "Kenapa namanya Ospreys ya?" tanya Asuka. "Tidak tahu juga..." ucap ayahnya. Bisca mengawasi musuh menggunakan teropong sihirnya, "Ini Tim Ospreys, saat ini kami berada di Hutan Timur. Jarak musuh terlalu jauh..." "Bisa, kau pasti bisa..." ucap Mavis. "Y-Ya!!!" Dari tempatnya, Ajeel terus memberi perintah untuk menembak. "Tembak!! Hancurkan mereka semua!! Hahaha!! Ayo kita lihat seberapa lama lagi mereka mampu bertahan!!!" Tapi kemudian, seorang petugas melapor, "Pak!! Sesuatu menuju ke arah kita!!" "Apa itu!?" Ajeel kaget. "Sesuatu terbang mendekat dengan kecepatan tinggi!!" "Awas!!!" Booomb!!!! Sesuatu itu melesat, menusuk dan menghancurkan salah satu kapal musuh. "Kapal nomor empat telah dihancurkan!!" "Apa!?" Ajeel makin kaget. Ternyata, itu adalah Natsu dan yang lainnya. "Masuk, Tim Naga Terbang!!!" Natsu, Gajeel, dan Wendy, tiga Dragon Slayer yang terbang bersama Exceed mereka. "Anak itu...!" Ajeel mengingat Natsu. "Ayo maju!!!" Natsu dan yang lainnya kembali melesat menyerang. "Yosh!!!" Gajeel melesat dan menebas hancur kapal perang musuh dengan kekuatan besinya, "Bagaimana!? Apa kau menyukainya!?" Wendy menyerang dengan kemampuan anginnya. "Tembak jatuh mereka!!!!" Musuh terus menyerang dengan tembakan bertubi-tubi, namun Happy yang membawa Natsu terbang dengan sangat lincah, meliuk-liuk menghindari tiap serangan yang menuju ke arah mereka. "Bagus, Happy!!" Namun, tembakan yang banyak itu membuat Tim Naga Terbang sulit untuk mendekat. "Sial, tembakan-tembakan itu membuat kita sulit mendekat..." "Kenapa Bisca lama sekali!?" ucap Carla. Bisca kembali melapor, "Ini Tim Ospreys!! Pengisian energi sihir telah selesai!!" "Kau bisa melakukannya, mama!!" "Asuka, jangan dekat-dekat..." Ternyata mereka tak cuma mengawasi, Bisca menyiapkan sebuah tembakan laser raksasa untuk ditembakkan ke arah musuh. "Butuh 15 menit untuk mengisi energinya, jadi aku tak boleh meleset!!" "Yakinlah pada kemampuanmu, Bisca!!" "Kita Tim Ospreys karena Ospreys tak pernah kehilangan mangsanya.." ucap Bisca dan... "Focused Magic Cannon: Jupiter Shot!!!!" Blasttt!!!! "Bukankah itu meriam utama Phantom!?" ucap Juvia. "Master pertama memang mengerikan.." ucap Gray. Tembakan sihir melesat tepat menuju barisan terdepan musuh. Namun, di kapal utama ada Ajeel, dan dia bukan orang sembarangan. "Percubaan yang bagus!!!!" Batsss!!!! Ajeel menahan tembakan itu, membuatnya tersebar ke berbagai penjuru. "Dia menyebarkannya!?" Bisca kaget. "Tapi paling tidak itu membuat beberapa kapal mereka berjatuhan...!!" "Hah, siapa sangka dia bisa menyebarkan jupiter seperti itu..." ucap Lily. "Sepertinya kita harus melakukannya dengan cara lama, turunkan aku di kapal utama!" pinta Gajeel. Kemudian, bersamaan dengan sebaran kecil tembakan jupiter yang menjatuhkan begitu banyak kapal musuh, Gajeel dan dua Dragon Slayer lainnya mendarat di kapal utama musuh. "Ooh... Coba lihat kekacauan yang sudah kalian buat..." ucap Ajeel. "Uuukh!!!" Natsu dkk tiba-tiba mabok kendaraan. "Apa-apaan ini oi!?" Ajeel kaget. "Aaaah!! Kita ada di atas kapal!!" Happy baru sadar. "Dan mereka semua seperti itu.." ucap Carla. "Wendy, bagaimana dengan Troiamu!?" "M-Maaf.. Aku... Tak bisa... Melakukannya... Seperti ini..." "Uuukhh...." Di bawah, dengan tatapan kosong Makarov bertanya pada Mavis, "Master pertama..." "Aku lupa..." jawab Mavis dengan tatapan yang sama. "A-Apa-apaan ini hah..." Ajeel benar-benar tak menyangka. "Yah, apa pun itu kapal ini sudah lumayan rusak jadi kita harus mendarat. Sambil menunggu aku akan mengurus anak-anak ini..." "Baik pak.." Ajeel berjalan dan menghampiri Natsu, "Masih ingat dengan pidatomu waktu di Alvarez!? Apa cuma ini saja yang bisa kau lakukan? Lucu sekali...." Tepat setelahnya, ujung kapal itu tiba-tiba saja terpotong. "Apa!?" "Kapalnya..." "Terpotong menjadi dua!?" Seseorang menebas kapal itu, Erza. "Happy, Carla, Lily, urus mereka..." Erza menyerahkan soal Natsu dkk yang kini sudah terjatuh pada Happy dan yang lainnya. Sementara, Erza yang sudah dalam jubah bersayapnya menerobos maju dan menebas habis kru kapal Azeel. "Siapa... Kau... Hah!?" Ajeel tampak marah. "Aku adalah orang yang akan memotongmu..." ucap Erza. Dari bawah, Evergreen mendukung Erza. "Yah!! Bersiaplah untuk bertekuk lutut di hadapan Ratu Titania

Tunggu Kelanjutannya Di Baca Manga Jepang

BLEACH 645

CREDIT PHOTOS : MANGAKU

“Da.. ru.. ma-.. san.. Ga.. Ko.. ron.. da!!” Shunsui yang sebelumnya tertembak tiba-tiba berada di belakang Lille Barro dan menebas ujung senapan Lille. "Oh, kau berhasil menghindar! Cepat sekali!! Tapi.... Aku sudah memotong senjatamu, selanjutnya… nyawamu..." ujar sang Kapten Komandan, Shunsui Kyouraku. Teks intro: “Kyouraku datang dengan berteleportasi dari jarak yang sangat jauh! Permainan hidup dan mati dengan taruhan nasib Soul Society dimulai!” “Apa yang terjadi.” Ucap Lille dalam hati. “Mampu mendekat dari jarak sejauh itu, dan aku tidak menyadarinya, bagaiamana dia bisa melakukan itu!?…” Lille bertanya-tanya pada dirinya sendiri. “Oh… jangan bilang kalau kau belum melakukan ini sebelumnya, permainan ‘Daruma-san Ga Koronda’…” tanya Kyouraku. “………” Lille terdiam sebentar. “Apa yang kau bicarakan…!?” “Ah, jadi belum pernah ya… Yah, bagaiamanapun Quincy pasti memiliki budaya yang berbeda dibanding dengan kami.” Ucap Shunsui. “Selain hal itu… aku berhasil sampai disini semuanya berkat Nanao-chan yang disana itu. Kau sekarang jadi lebih baik!!” puji Shunsui pada Nanao. Terlihat Nanao berada dibalik bangunan dibelakang Kyouraku memperhatikan Shunsui. “Tidak masalah… tapi itu tidak membuatku bersemangat sama sekali…” Ucap Nanao ketus. “Tapi itu sebuah pujian!” balas Shunsui. “Yang satu ini berbahaya, jadi tolong kembalilah bersama yang lain.” Perintah Shunsui. “Tidak mau!” ucap Nanao singkat menolak perintah Kaptennya. “Ooo… ke! Tapi tolong beritahu mereka agar meneruskan perjalanan tanpa diriku.” Ucap Shunsui. “Mengerti, saya akan memberitahu mereka.” Berbeda dari yang tadi, Nanao menyetujui perkataan Kaptennya. Nanao berbalik ke belakang namun wajahnya menoleh sang Kapten. “Kapten… jika kau mati sebelum bisa kembali pada kami… aku berjanji akan mencukur bulu dadamu sampai habis dari mayatmu.” ancam Nanao. “Tolong jangan… atau aku akan kehilangan identitasku.” ucap Shunsui dengan wajah kecut mendengar ancaman Nanao. …Whusshhh… Nanao segera melompat meninggalkan gedung tempat Lille dan Shunsui akan bertarung. “Yare-yare, dia sekarang mulai berbicara seperti Lisa-chan…” “Apa kau sudah selesai?” Lille memotong ucapan Shunsui. “Kasar sekali kau ini!!” ujar Shunsui. “Aku memiliki informasi yang kubutuhkan tentangmu dan teman- temanmu dari pertarungan sebelumnya. Termasuk Zanpakuto milikmu juga… Kemampuan membuat permainan anak-anak menjadi kenyataan, kan… Apa itu tadi salah satunya?” ucap Lille remeh. “Memang hebat kalian para Penjaga Elit bisa membongkar informasi hingga sampai di Istana Raja Roh ini.. dan nemang benar, meski begitu, aku kira si tuan Arrancar belum pernah bermain permainan seperti ini.” ucap Shunsui. “Untuk memainkan permainan ini, kau membutuhkan satu orang menjadi ‘Si Penjaga’ dan menutup mata mereka ketika hitung mundur dilakukan. Pemain pertama yang terlihat bergerak saat hitung mundur berakhir, dia akan kalah. Ada tiga bagian dari hal ini…” - Pertama: ‘Si Penjaga’ harus berada di tempat dimana semua pemain bisa melihatnya. - Kedua: Jika ‘Si Penjaga’ melihat siapa saja bergerak saat dia membalikkan badan, pemain itu dianggap kalah. - Ketiga: Jika pemain lain menyentuh ‘Si Penjaga’ sebelum dia melihat siapapun, maka pemain itu yang menang. Shunsui menjelaskan aturan main Daruma-san ga koronda. “Aku mengerti, jadi itu seperti – Iscondite Ingles-…” ucap Lille singkat. “Apa..!? Jadi kau memiliki permaian yang serupa!? Waduh… buang-buang waktu saja…” ucap Shunsui menyesal. “Jadi intinya, saat kau memulai permainan itu… Apapun yang dilakukan ‘Si Penjaga’ akan terlihat, kan…!?” “Selain itu, pastikan kau menepuk ‘Si Penjaga’ sebelum dia melihatmu. Kau telah berteleportasi menuju tempat ini menggunakan sisa Reiatsu dari seranganku sebelumnya. Di saat itu, kau menunjukkan padaku ilusi bahwa kau telah berhenti. “ ucap Lille Barro. “Bukankah begitu?” “Kau sebaiknya mungkin memasang permainan yang lebih cocok untukmu, tapi… jika apa yang kau katakan tadi intinya adalah melihatmu bergerak berarti kau kalah… maka itu benar.” tebak Lille. “Jika aku bisa melihat ilusimu dan menemukanmu, kau akan mati!” ucap Lille serius. Shunsui hanya tersenyum lebar dibalik topi jeraminya mendengar jawaban Lille Barro. “Itu benar, aku senang kau mengerti dengan cepat…” ucap Shunsui. “Senang? Apa kau tidak salah telah menjelaskan aturan dari permainanmu? Kau tidak akan bisa meggunakannya lagi padaku.” tanya Lille. “Itu tidak benar… lebih tepatnya karena kita berdua sama-sama tahu aturan mainnya maka itu baru bisa disebut permainan, kan?” balas Shunsui. “Ah, dan ada satu hal yang salah… Apa yang di pikiranmu kau lihat tadi… itu bukan ilusi. Kau memang benar-benar melihatku.” Shunsui memberi penjelasan lagi. “Apa..!?” tanya Lille. “Perasaan yang kau dapatkan saat merasakan Reiatsu orang lain, itu disebut –Reikaku, kadang juga dibilang –Deteksi Reiatsu, tapi… setiap orang yang menggunakan Reiatsu di dalam pertarungan, memiliki kemampuan bawah-sadar ini untuk menggunakan penglihatan mereka dan –Reikaku sekaligus untuk mendeteksi orang lain. Dan jika orang itu lebih terfokus pada pertarungan, maka –Reikaku-nya akan lebih kuat dari penglihatannya“Artinya, kau secara tidak sadar melihat dengan perasaanmu daripada matamu.” “Itu menjelaskan kenapa kau melihat Reiatsuku sebagai aku, yang aku tinggalkan disana…” jelas panjang lebar Shunsui. “Itu mustahil, tidak mungkin aku akan berbuat kesalahan seperti it…” “Itu kesalahanmu!” Shunsui memotong ucapan Lille. “Kau pikir aku ini siapa?” ucap Kyoraku mulai serius. “Aku adalah Kapten-Komandan Gotei 13, Shunsui Kyouraku!” ucap Shunsui memperkenalkan dirinya dengan sedikit ancaman. Lille sedikit kaget namun ia tetap tenang. …Wusshhh… Shunsui ber-Shunpo ke arah samping Lille Barro. …Cklakk… Lille malah mematahkan sisa laras hitam yang sebelumnya ditebas Shunsui. Ia kemudian membidik senapannya. “Da-ru-ma-san ga…!” Shunsui memulai permainanya. Belum selesai ia mengucapkan kata-katanya, Lille dengan tepat mengarahkan senapannya di dada Kyouraku. “Disini, kan!? Sudah ku bilang itu tidak akan mempan lagi padaku.” ucap Lille. Senapan Lille bersinar dan – DARRRR… ia menembak Kyouraku, namun sebuah pedang dari dalam bayangan muncul di bawah kaki Lille, dengan reflek segera ia melompat ke atas. -DARRR… ia menembak lagi Kyouraku tapi ia berhasil menghindar “Bagus sekali!! Baru pertama kali ada yang bisa menghindari – Kageoni milkku saat pertama kali melihatnya!” ucap Shunsui dengan nada senang. “Sudah ku katakan sebelumnya, aku memiliki informasi tentangmu dan teman-temanmu dari pertarungan sebelumnya… tetapi... kalian tidak tahu apa-apa tentang kami.” Lille menghentikan gerakannya. -Tapp… kaki Shunsui juga berhenti dan turun ke bawah. Kaki Shunsui berdarah, ternyata tembakan terakhir Lille berhasil mengenai kaki Kyouraku dan membuatnya berlubang dengan diameter kurang lebih 5 cm. “Ohh… aku kira telah menghindarinya dengan baik. Bukankah itu tidak adil jika kau tidak memberitahukan – kemampuanmu juga!?” ucap Shunsui. “Aku tidak mencari pertarungan yang adil, bukan… aku tidak berpikir kalau memberitahumu akan membuat pertarungan ini menjadi lebih adil, tapi jika kau bersikeras…” “Sternritter X - The X-Axis, Lille Barro, dan kemampuanku adalah kekuatan untuk menembus segalanya.” ucap Lille menjelaskan kemudian bersiap membidik lagi. “Kau bilang mau menghindarinya, itu mustahil bagimu…” …DARRRR… tembakan Lille mengenai Kyouraku hingga topinya terlempar. Namun tiba-tiba ada suara dibelakang Lille. “Apa kau sedang mengincar bayanganku lagi?” ucap Kyouraku yang tiba-tiba berdiri dibelakang Lille yang sangat terkejut. “Kau membuat wajahmu lagi-lagi seolah berkata ‘darimana dia datang?’. Tenang saja, seperti yang kau katakan, aku sebenarnya tidak menghindarinya.” ucap Kyouraku. “Kau hanya menembak ilusiku, itu saja. Aku menyebut ini – Kageokuri. Kemampuan untuk membuat bayangan sangat nyata saat seseorang semakin melihatnya. Saat –Reikaku seseorang semakin melihatnya, maka semakin nyata bayangan itu.” jelas Kyouraku. “Yang menakutkan dari permainan anak-anak adalah kau tidak benar- benar tahu dimana permainan itu dimulai atau seperti apa jadinya… Kau mungkin sudah mempersiapkannya, tapi yang dibutuhkan hanya satu gerakan darimu untuk mengakhirinya. Kau telah masuk –permaian ini entah senang atau tidak. Kau tidak akan bisa kembali lagi. Jadi mari kita bermain sampai salah satu diantara kita ada yang kalah!?” ucap Shunsui berakhir. Sementara itu Lille hanya menatapnya tajam.

ONE PIECE 804

CREDIT PHOTOS : MANGAKU

Luffy dan yang lainnya sedang menunggangi seekor naga yang merayap di kaki gajah raksasa, Zou, lalu secara mengejutkan sesuatu meluncur ke arah mereka. "Sesuatu terbang ke arah kita!!" "E-Teh-Teh-Teh-Teh!!" bunyi mahluk yang menuju ke arah mereka, yang ternyata seekor kera. Ya, seekor mahluk yang fisiknya menyerupai kera atau monyet bertopi. "Teh-Teh-Teh!!!" "Eteh?" Luffy bertanya-tanya. "Ah iya, para ninja mengeluarkan bunyi seperti itu saat mereka lari..." ucap Kanjuurou. Ia duduk paling belakang dan tampaknya tak bisa melihat apa yang meluncur ke arah mereka. "Teh-Teh!!!" monyet itu terus meluncur. "Awas!!!" Luffy dan yang lainnya pun menyampingkan tubuh mereka. Bukannya menyingkir, Kanjuurou malah menutup kedua mata Kinemon dengan telapak tangannya sambil berkata, "Teknik Ninja, Tutup Mata no Jutsu!!! Hayo tebak aku siapa??" "Apa itu kau, Kanjuurou!? Hehe, tak ada orang lain selain kau kan di belakangku.." ucap Kinemon sambil tersenyum. Karena matanya tertutup, ia tak sadar kalau orang- orang di depannya sudah menyingkir menghindari monyet itu, dan karena Kinemon tak menyingkir pandangan Kanjuurou pun ikut terhalangi. "Awas, kalian berdua!!!!" seru yang lain. "Eh!?" Jduakkk!!! Sebelum sempat menghindar Kinemon dan Kanjuurou keburu tertabrak oleh monyet itu hingga mereka pun terlempar dari naga dan jatuh menuju laut. "Kinemon!!! Kanjuurou!!!!" "Gyaaaaahhh!!!" "Oh tidak mereka berdua jatuh!!" jerit Luffy. "Sial!! Apa sebenarnya itu tadi!?" teriak Usopp. "Aku tak tahu!! Kelihatannya seperti orang dengan beberapa pisau meluncur dan menusuknya sampai berdarah-darah... Tapi mungkin juga itu monyet!!" ucap Robin. "Kenapa bisa kepikiran jawaban pertama seperti itu woi!?" "Kinemon!! Kanjuurou!!" teriak Usopp. "Apa mereka tercebur ke laut!?" "Kita harus menolong mereka!!" Tiba-tiba terdengar suara Kinemon, "Kami baik-baik saja..." "Itu Kinemon!! Dia masih hidup!!" ucap Luffy. "Pergilah tanpa kami, kami akan menyusul!!" ucap suara itu lagi. "Tidak mungkin, kami tak akan meninggalkan kalian!!" "Kami akan kembali turun!!" "Hei naga... Putar arah..." ucap Zoro, namun, untuk terus merangkak maju saja naga itu sudah terlihat begitu kelelahan.. "Naha!! Putar balik!!" ucap Usopp, namun yah, naganya makin tampak kelelahan dan tak berdaya.... "Mohon maaf soal ini..." ucap suara tadi. "Uh... Sudahlah, sepertinya kita akan segera sampai... Kelihatannya dia kelelahan sekali..." ucap Luffy. "Imut sekali..." pikir Robin. "Maaf ya kami duluan!! Sampai jumpa lagi di atas sana!!" "Baik, mengerti!!" "Masuk tanpa izin itu tak bisa dimaafkan! Pergilah tanpa kami!!" "Eh?" Franky menoleh ke bawah, "Sepertinya aku mendengar suara yang tidak familiar... Apa cuma perasaanku saja?" Naga itu terus berjuang sepenuh tenaga untuk terus maju, meski keringat dan ingusnya terus mengalir, ia terus berjuang. "Kamu pasti bisa...!!" dukung Robin dalam hati. Naga itu terus merangkak, perlahan dengan penuh perjuangan, sampai akhirnya ujung pun terlihat. "Aku bisa melihat puncaknya!!!" "Ayo!! Sedikit lagi!! Kau pasti bisa!!!" "Maju, Maju!! Naga!! Ayooo!!!" "Ayo maju Ryuunosuke!!" "Ryuunosuke!!!" "Ryuunosuke!!!" Nama naga itu Ryuunosuke, ia terus merangkak. "Kau bisa!!! Ayo!!!" Dan akhirnya mereka pun sampai puncak. "Akhirnya kita sampai!!!" Luffy dan yang lainnya tiba di tempat tujuan dengan selamat. Naga tadi pun tersenyum, "Ryuu..." "Ryuunouke..." Ryuunosuke tersenyum, dan perlahan ia kembali menjadi lukisan tinta. "Jadi kamu akan kembali lagi menjadi gambar ya..." Robin mengeluasnya sambil berlinang air mata, terharu. Dan ya, naga itu pun menghilang... "Hei!! T--Tunggu!!!" "Ryuunosuke!!!" Ryuunosuke kembali menjadi lukisan yang tertempel di kulit gajah. "Ryuunosukeeee!!!!" Franky berteriak sambil berlinang air mata. "Ryuuuuunosukeeeeee!!!!" Naga itu memang telah pergi, namun bayangan tentangnya akan terus tersimpan di hati kita semua... Yah, sepertinya tidak semuanya... "Ini konyol..." ucap Law. "Dari awal itu cuma gambar acak- acakan.." ucap Zoro. "Hei, minta maaf kalian berdua!!!" bentak Usopp. "Dia sudah berjuang keras supaya kita sampai ke sini!!!" "Kita berada di wilayah yang tidak kita ketahui, kita tak boleh buang- buang waktu seperti ini." ucap Zoro. "Dan yang terpenting, kalian teruslah fokus dan jalan!" Mereka berjalan, dan kemudian sampai di depan sebuah gerbang besar. "Lihat!! Itu pintu masuk negeri ini!!" "Jadi memang ada penduduk di punggung gajah ini ya?" "Tapi sepertinya tak ada penjaga sama sekali..." "Para penduduk tempat ini agak ceroboh ya..." "Hah, ngomong-ngomong soal ceroboh..." Luffy sudah berdiri di puncak gerbang itu sambil berteriak, "Hei Usopp!!! Coba lihat ini!!!!" "Bagaimana bisa cepat sekali di atas sana!?" "Keren sekali!!!!" teriak Luffy saat melihat hamparan banunan dan tumbuhan berbentuk unik yang berada di balik gerbang. "Semua ini ada di punggung gajah raksasa, sebuah negeri!!!" Usopp menyusul Luffy melewati tangga dan ikut terkagum-kagum. "Hebat... Ada yang seperti ini di punggung gajah!?" "Ada hutan, sungai, dan bahkan kota!!" "Keren sekali... Kita seperti ada di pulau lain!!" "Tapi kotanya..." Usopp melihat dengan teropong, "Ada yang..." "Yahoooo!!!" Luffy tak mendengarkan kata-kata Usopp dan langsung melompat terjun menuju negeri itu. "Luffy melompat!!" teriak Zoro. "Dia memang begitu... Apa kau melihat sesuatu?" tanya Zoro. "Uh, tidak dari jarak ini.." ucap Usopp. "Zoro, apa kau yakin kita tak perlu menunggu Kinemon?" tanya Robin. "Tempat ini memang besar, tapi kurasa tak ada yang tak bisa ia tangani, jadi ayo jalan terus.." ucap Zoro. "Untuk apa sampai melompat segala, gerbangnya tak terkunci..." "Tunggu aku!!!" Usopp kembali turun. "Kelihatannya gerbang ini bukan terbuka, tapi seseorang memaksa masuk..." ucap Law. Ia melihat gerbang itu, tampak bekas pintu namun pintunya sudah tak ada, seolah pintu-pintu gerbang itu telah dihancurkan secara paksa. "Ya, bagian ini juga kelihatan aneh..." Baru beberapa meter masuk, sudah tampak pohon-pohon yang ambruk dan rusak parah. "Terlalu besar jangkauannya kalau ini ulah binatang..." "Bekas kehancurannya jelas sekali, dan masih baru! Hei, apa kalian pikir mereka baik-baik saja?" "Yah, sebaiknya kita bersiap- siap..." ucap Zoro, bersiap dengan pedangnya. "Eeh!? Kau bahkan belum tahu orang-orang seperti apa yang tinggal di tempat ini dan sudah memperlakukan mereka seperti musuh!?" ucap Usopp. "Uukh...." "Dataran ini bikin sulit jalan saja.." ucap Zoro. "Yah, bagaimana pun ini kulit gajah..." ucap Law. "Tempat yang aneh bagi bunga untuk tumbuh..

"Baca Manga Jepang"

Tanpa mereka sadari, seseorang mengawasi mereka dari balik semak-semak, seorang gadis berwajah hewan. "Apa yang terjadi dengan Bariete!? Beberapa Mink baru saja melewati pintu itu.." "Jadi dia sudah dikalahkan ya..." Di sisi Luffy, ia sudah berlari masuk jauh ke dalam kota. "Whoah!! Kotanya!!! Tak ada seorang pun di sini, dan kotanya sudah runtuh!?" Luffy kemudian berteriak-teriak memanggil, "Heii!!! Sanji!!! Nami!!! Chopper!!!! Brooook!!! Ah... Dan si gas itu.. Tapi terserah lah..." Kembali ke Zoro dan yang lainnya... "Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Aku tak mencium bau bubuk misiu, atau pun gas..." ucap Franky. "A-Apa yang terjadi... Tak bisakah sekali-sekali kita pergi ke tempat yang damai??" Usopp ketakutan. Lalu terdengar suara dari balik semak-semak. "Eh!? Apa itu!? Apa kalian dengar sesuatu!?" Usopp kaget, sementara Zoro dan Law sudah bersiaga dengan pedang mereka. "Serahkan ini padaku..." ucap Zoro, lalu ketika whuss!! Gadis berwajah hewan melesat dari semak-semak menuju ke arahnya, Zoro menebaskan pedangnya. Gadis itu melayang, bermaneuver di udara dan menghindari tebasan Zoro. "Dia melayang!?" Gadis itu lalu berbelok dan menusuk dengan kuku-kuku tajam dari tangannya. Namun, Zoro mampu bertindak cepat dan menahan dengan pedangnya. "Tunggu!!!" rekan gadis itu berteriak, "Hentikan, Carrot!!" Gadis berwajah hewan lainnya muncul sambil menunggangi seekor binatang besar mirip babi hutan. "Gyaaaa!!!" jerit Usopp. "Biarkan saja mereka!! Kita harus mengurus penyusup di Hutan Paus!!" Seorang gadis berwajah hewan yang membawa pedang dan menunggangi seekor babi hutan raksasa. "Whoah!! Hewan yang bicara!!?" "Suku Mink..." ucap Law. Lalu saat melihat bra yang dikenakan oleh gadis hewan itu, Usopp sadar, "Eeh!? I-Itu kan... Milik Nami!?"

Tunggu Kelanjutannya Di Baca Manga Jepang